Kebudayaan Pendidikan Negara Luar Yang Positif

Seperti yang sudah kita bahas di artikel sebelumnya bahwa Indonesia sendiri memiliki kebudayaan dan kebiasaan yang lebih condong pada sopan santun dan keberadaban. Namun, apakah diluar Indonesia tidak terdapat kesopanan? Tentu saja statement tersebut patut dipatahkan. Karena ada banyak hal positif yang dapat kita ambil dari Kebudayaan Barat.

Dibalik sifat individualis yang sudah menjadi budaya luar, terdapat kemajuan yang patut kita tiru juga. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa negara kita ini masih berkembang, dan tentunya berusaha untuk terus maju. Namun dengan adanya perbedaan tersebut, janganlah jadikan faktor ini sebagai sebuah perdebatan. Justru kita sebagai manusia yang berakal, harus mampu mencari jalan keluar dan inovasi terbaru demi memajukan kehidupan; bahkan tanah air tercinta kita ini.

Nilai Positif Pendidikan Negara Barat

Kita tentunya menyadari bahwa kemajuan bangsa dan negara hanya dapat dijalankan oleh para pemuda, seperti yang dikatakan oleh Presiden pertama kita Ir. Soekarno. Dengan dunia yang sudah semakin canggih dan generasi semakin mengikuti zaman, terkadang beberapa orang tua merasa takut akan hilangnya wajah asli Indonesia. Kembali kepada diri masing-masing apakah kita bisa menjadi warga Negara yang maju namun tetap dengan Keaslian Indonesia yang penuh ramah tamah dan kesopanan? Oleh karena itu mari kita kulik sedikit demi sedikit budaya negara luar yang bisa kita lakukan demi menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Berpikir Kritis Sejak dini

Anak – anak di negara barat lebih banyak diajak berdiskusi oleh orang tuanya. Hal ini bisa kita pelajari dari Sistem Pendidikan Finlandia yang menjadi patokan negara lainnya. Anak – anak bagaikan emas permata, meskipun di Indonesia juga begitu namun mari kita tengok negara ini. Finlandia merupakan salah satu negara yang sangat amat mendahulukan pendidikan anak baik secara akademis maupun psikologi.

Bagi mereka pendidikan emas sejak dini bukan berarti harus belajar selama berpuluh-puluh jam. Kesehatan psikis juga dijadikan patokan utama untuk perkembangan pendidikan anak, seperti contoh kita saja yang sudah dewasa. Ketika kita terlalu lelah, emosi akan mudah terpancing, dan pengaruhnya dapat meluas mulai dari cara berfikir sampai ke sosial kita. Ini lah hebatnya kemajuan dari sistem pendidikan negara Finlandia yang patut kita tiru. Karena mereka memikirkan dampak setelahnya apabila terlalu memforsir cara berpikir anak. Dan andai kata anak – anak ini sudah beranjak dewasa, tentu saja pemikiran mereka akan jauh lebih baik dengan psikis yang sehat.

Emosional pun berkaitan loh dengan perihal kesopanan yang selama ini kita anut sebagai warga negara Indonesia. Bayangkan emosi kita tidak baik, hal seperti berbicara pelan kepada orang tua pun bisa saja terlupakan. Maka dari itu, Budaya Pendidikan tidak selalu berbentuk akademis namun juga psikologis. Jika hal tersebut juga dijalankan oleh masyarakat Indonesia, tentu saja dapat membantu kemajuan negara Indonesia kedepannya karena memiliki masyarakat cerdas.